Fenomena Judi Online di Masyarakat

Judi online saat ini menjadi tren yang cukup menarik di kalangan pencinta judi. Judi jenis ini memiliki peningkatan yang cukup tinggi dari segi peminatnya.

Fenomena judi online di masyarakat ini seakan menjadi sebuah refleksi dari maraknya adaptasi teknologi yang ada. Penggunaan teknologi di semua sektor turut mendorong judi untuk ikut serta masuk ke dalam ranah digital.



Judi sendiri di masyarakat menyimpan berbagai polemik. Judi memiliki beberapa perspektif dalam menyikapinya. Meskipun demikian, mayoritas masyarakat menilai judi sebagai tindakan negatif. Tindakan negatif dari perjudian bisa muncul karena tidak sesuai dengan nilai dan kaidah agama yang dianut masyarakat itu sendiri.

Sementara itu, bagi kelompok yang setuju dengan adanya permainan judi memberikan pernyataan bahwa judi hanyalah sebagai bahan hiburan. Permainan judi bisa menguntungkan jika memperoleh kemenangan dalam taruhan. Meski tidak selalu mendapatkan hadiah, dengan bermain judi bisa meningkatkan strategi dan taktik bermain.

Meski keduanya memiliki pandangan yang berbeda, judi tetap saja dikenal sebagai permainan yang memberikan dampak buruk. Fenomena judi online yang banyak digandrungi oleh kelompok muda juga tentu saja memberikan dampak buruk, bahkan bisa melebihi dampak dari judi konvensional.

Kemunculan Judi Online di Masyarakat

Judi online merupakan salah satu jenis variasi permainan taruhan. Jenis di dalamnya hampir semuanya sama dengan judi konvensional. Yang membuat permainan ini berbeda dan nampak kekinian adalah penggunaan platform atau medianya. Jika judi konvensional harus dilakukan secara tatap muka langsung, maka judi online bisa dimainkan dari jarak jauh.

Fenomena judi online ini juga memberikan bukti bahwa permainan ini tidak kalah untuk bersaing di era digital ini. Judi online menjadi sebuah bentuk permainan yang dianggap kuno pun bisa masuk ke bagian dari perkembangan zaman yang maju.

Judi online muncul pada era 20-an. Pada masa itu, banyak sekali industri game yang mencoba untuk mengolaborasikan antara internet dan judi. Salah satu perusahaan game yang besar dan cukup tua, yaitu microgaming, mulai memasarkan jenis casino online. Pada masa itu, casino online langsung mendapat respons positif dari pencinta judi.

Fenomena ini kemudian membuat banyak pengembang menciptakan jenis permainan judi online yang lebih beragam. Mereka menilai bahwa perubahan akan selalu terjadi, sehingga mau tidak mau segala perubahan dari dalam juga harus dilakukan.

Maka perubahan besar juga terjadi di masa itu. Sejak microgaming meluncurkan casino online, judi online lainnya juga kemudian mulai menjamur.

Baca Juga : Dampak Judi Online dalam Kehidupan Sehari-hari

Minat masyarakat dalam casino online di masa itu sangat tinggi hingga membuat server down. Internet yang masih minim dengan pengunjung yang banyak tentu akan membuat sistem sedikit bermasalah.

Hal ini justru menjadi sebuah koreksi dan masukkan bagi pengembang permainan online ini. Setelah mengetahui kelebihan dan kelemahan di dalam casino online versi pertama ini, judi online kemudian dikembangkan dalam kualitas yang lebih mumpuni.

Fenomena Judi Online sebagai Masalah Sosial

Masyarakat hidup dengan memegang norma dan aturan dalam menjalankan kehidupan. Mereka meyakini nilai-nilai tertentu sebagai pedoman. Salah satu nilai yang berlaku adalah menyatakan bahwa permainan taruhan adalah hal yang dilarang. Hal ini karena permainan taruhan memiliki efek buruk yang lebih banyak dibandingkan efek positifnya.

Judi online yang tengah marak di tengah masyarakat juga menjadi salah satu permainan yang dianggap sebagai bentuk masalah sosial. Masalah sosial ini terjadi sebab menimbulkan keresahan di lingkungan. Meski tidak memperlihatkan efeknya secara langsung, tetapi judi online mampu memberikan berbagai pengaruh yang buruk.

Motif yang melatarbelakangi pemain judi tetap memainkan berbagai jenis permainan taruhan ini salah satunya adalah kebutuhan ekonomi. Fenomena judi online sebagai alternatif mencari uang sudah tidak lagi ditolak. Pernyataan ini diaminkan oleh banyak orang meski sebenarnya merupakan sebuah kesalahan pola pikir.

Hal ini tentu saja sebuah kesalahan. Bermain judi online artinya siap untuk mengalami kebangkrutan karena segala jenis judi ini hanya memiliki peluang menang yang kecil. Meski demikian, banyak sekali orang yang menganggap bahwa judi dapat menghasilkan uang dengan cepat.

Masalah sosial dalam judi online menjadi sebuah fenomena yang mengharuskan pemainnya berhenti bermain judi ini. Masalah lainnya bisa terjadi apabila kecanduan judi online tidak segera dihentikan. Dalam hal ini, judi bisa menjadi masalah sosial yang kompleks dan menciptakan masalah lain yang berkepanjangan.

Sebuah teori sosial yaitu fungsionalisme memandang bahwa judi menjadi masalah sosial karena terjadi ketidakberaturan. Kondisi masyarakat mengharuskan masing-masing elemen teratur sesuai perannya. Jika ada satu bagian yang dilanggar, maka perannya akan goyah dan tidak teratur. Maka, judi bisa menyebabkan masalah sosial.

Judi sebagai Wujud Penyimpangan Sosial

Judi online saat ini menjadi sebuah fenomena yang lumrah dijumpai meski permainan ini dilarang oleh pemerintah. Permainan judi online mudah untuk diakses, sehingga masyarakat tetap membukanya meski sudah ada aturan pelarangannya.

Sejauh ini, judi online seringkali muncul dalam berbagai iklan. Situs ini melakukan promosi dengan gencar, baik implisit maupun eksplisit. Dengan munculnya banyak iklan ini, kemudian masyarakat yang pada awalnya awam tentang dunia judi lalu mencari tahu dan penasaran. Saat itulah rasa ingin tahu muncul dan mereka coba-coba untuk memainkannya.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, judi online bisa menjadi sebuah masalah sosial, bahkan masuk ke dalam tindak kejahatan. Judi dalam hal ini masuk ke dalam kategori penyimpangan sosial yang bersifat destruktif.

Penyimpangan sosial terjadi jika ada satu bagian di kehidupan sosial yang tidak sesuai dengan aturan yang telah disepakati. Aturan ini merupakan hasil kesepakatan bersama antara anggota masyarakat itu sendiri. Baik dan salah di dalam nilai masyarakat kemudian menjadi subjektif dan relatif, tergantung bagaimana penerimaan masyarakat itu sendiri.

Fenomena judi online dalam hal ini berarti tidak diterima oleh masyarakat. Masyarakat memiliki aturan bahwa judi merupakan kegiatan yang terlarang, maka judi online juga masuk ke dalam bagiannya.

Bagi daerah yang menerima keberadaan judi, tentu saja hal ini menjadi berbeda. Wilayah atau negara yang melegalkan perjudian tentunya memiliki kesepakatan dan nilai yang berbeda dengan masyarakat yang menolak judi. Penerimaan judi di beberapa wilayah ini tentu saja memiliki alasan tersendiri.

Bagi kawasan yang memperbolehkan perjudian, judi online bukanlah sebuah penyimpangan sosial. Maka kembali lagi pada konsep relatif dan subjektif. Pola ini yang kemudian membuat keberadaan judi juga relatif.

Tetapi jika melihat dampak yang kemudian muncul dari adanya judi ini, maka dampak negatif menjadi bagian yang paling banyak bersinggungan dengan judi ini. Bagaimana menurutmu?

Mengapa Masyarakat Masih Berminat dengan Judi?

Judi online memanglah hanya satu bagian dari beragam jenis judi yang ada. Permainan ini mengharuskan pemainnya memainkan taruhan lewat komputer atau ponsel. Sedangkan judi konvensional bisa dilakukan secara langsung, baik itu ke rumah judi atau melalui kelompok.

Fenomena judi online saat ini lebih menarik dibandingkan judi konvensional. Banyak orang yang beranggapan bahwa permainan ini lebih aman dibandingkan judi konvensional. Selain itu, mereka  bisa mengaksesnya dari jarak jauh dan tidak perlu datang ke venue.

Permainan ini masih banyak diminati oleh banyak kalangan masyarakat. Mereka memiliki anggapan bahwa permainan judi mampu menghasilkan banyak hadiah. Tingkat literasi masyarakat yang minim, khususnya kelompok bawah masih meyakini hal ini.

Maka tak mengherankan jika pemain judi, seperti togel dan sabung ayam didominasi oleh kelompok bawah. Fenomena ini tentu meresahkan, apalagi dalam permainan judi online. Masyarakat yang meyakini bahwa judi mampu memberikan uang dengan jumlah yang banyak tentunya hanya terdoktrin pada bagaimana mendapatkan uang dengan cepat.

Mereka tidak memikirkan risiko yang kemungkinan besar akan menimpanya. Hampir semua orang yang kecanduan judi jatuh miskin. Banyak orang yang bangkrut dan kehilangan harta bendanya karena permainan judi. Tetapi, masih saja banyak dari mereka yang meyakini bahwa permainan ini menguntungkan.

Dalam keuntungan, fenomena judi online maupun judi konvensional, yang mendapat banyak keuntungan adalah bandar judi. Bandar atau pemilik situs hanya menyediakan permainan dan mendapatkan keuntungan dari permainan yang dimainkan oleh pengunjungnya. Satu-satunya pihak yang tidak berisiko bangkrut hanyalah bandar judi.

Fenomena Ketimpangan dalam Permainan Judi

Permainan judi memiliki banyak ragam jenisnya. Ada yang menggunakan strategi hingga hanya menggunakan tebakan saja. Ada yang memiliki beberapa aturan, hingga hanya berpatokan pada satu aturan saja. Semuanya tergantung pada variasi yang diminati.

Permainan dalam judi juga memperlihatkan bagaimana ketimpangan antar kelas itu bekerja. Bagi kalangan menengah ke atas, permainan judi yang paling banyak diminati biasanya berada di casino mewah dengan berbagai fasilitasnya. Casino mewah ini biasanya menawarkan permainan seperti blackjack, poker, dan slot.

Sementara representasi kelompok menengah ke bawah dapat dilihat pada jenis permainan judi yang kerap kali dimainkan pula. Mereka banyak memainkan judi lewat rumah judi kecil atau hanya dalam kelompok masyarakat yang sama-sama menyukai judi. Jenis yang paling banyak dimainkan oleh mereka adalah sejenis togel, sabung ayam, judi bola, dan sejenisnya.

Meskipun sama-sama memainkankan permainan sejenis, misalkan poker, kedua kelompok ini tetap memiliki perbedaan. Jumlah taruhan menjadi salah satu pembeda di antara kelompok atas dan bawah ini.

Fenomena ini juga memperlihatkan bahwa permainan judi online pun hanya dimainkan oleh orang yang memiliki akses untuk internet. Bagi kelompok yang tidak memiliki gadget, mereka sama saja tidak bisa memainkan permainan ini. Maka muncullah pihak ketiga yang menawaran untuk memainkan jenis permainan judi online.

Judi online kemudian hanya bisa menjadi alternatif pilihan permainan bagi mereka yang berada dalam kelas tertentu. Ternyata modifikasi teknologi yang kemudian mengadaptasi sistemnya dalam permainan judi online tidak melulu menjadi sebuah solusi.

Fenomena judi online yang marak pun tidak membuat judi konvensional tergusur. Judi konvensional masih banyak dinikmati oleh kelompok orang yang tidak bisa mengakses judi online. Selain itu, masih ada pula orang-orang yang lebih berminat bermain secara konvensional karena ada suasana bermain yang berbeda.

Judi Online sebagai Bentuk Kriminalitas

Permainan judi online menjadi sebuah tren baru di kalangan pencinta judi. Kemudahan akses di dalamnya membuat mereka tidak perlu repot-repot untuk meluangkan waktu dan datang ke rumah judi. Pemain bisa memanfaatkan gadget dan berjudi dalam datu sentuhan tangan.

Dengan hal ini, mereka bisa mengelabui pihak yang berwajib sebagai pihak yang memberantas judi. Ketika bermain judi online, biasanya mereka menggunakan server dari luar negeri sehingga tetap bisa dibuka meskipun sudah diblokir dan dibatasi aksesnya.

Judi online dan judi konvensional kemudian bisa dikategorikan sebagai bentuk kriminalitas. Kriminalitas ini bisa terjadi lantaran perbuatan yang dilakukan meresahkan masyarakat dan lingkungan. Selain itu, judi menurut undang-undang juga telah masuk ke dalam kategori kejahatan. Maka, bagi seorang yang bermain judi bisa dikenakan hukuman.

Selain kriminal, fenomena judi online maupun judi darat juga berpotensi untuk menciptakan bentuk kriminalitas yang lain. Judi bisa membuat seseorang saling berkelahi karena kecurangan.

Selain itu, judi dapat membuat seseorang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang taruhan. Banyak penemuan kasus pencurian uang dan harta benda lainnya yang kemudian dibelanjakan untuk taruhan di meja judi. Mereka melakukan aksi nekat ini untuk memenuhi hasrat untuk terus bermain judi.

Ada pula kasus kekerasan dalam rumah tangga yang dipicu oleh kegiatan judi. Konflik yang terjadi dalam rumah tangga bisa dipicu oleh faktor ekonomi. Jika ada anggota keluarganya yang melakukan judi, maka kemungkinan besar akan mengalami gangguan ekonomi. Akibatnya adalah mental dan mood yang tidak stabil dan berdampak pada anggota keluarga yang lain.

Ketika mengalami kebangkrutan, maka pemain judi yang emosional akan menumpahkan emosinya ketika ia sampai rumah. Banyak kasus perceraian yang kemudian dilaporkan karena dipicu oleh kegiatan judi.

Dampak Judi pada Kesehatan Mental

Kesehatan mental menjadi salah satu bagian yang tengah digencarkan pada beberapa waktu belakangan ini. Salah satu yang mendorong terwujudnya kesehatan mental adalah untuk menyeimbangkan antara kesehatan jiwa dan raga.

Fenomena judi online yang marak dalam beberapa waktu ini tentu saja memiliki pengaruh yang kuat pada orang-orang yang memainkannya. Dampak dari permainan judi ini bisa langsung terasa pada kesehatan mental pemainnya. Mereka bisa dikatakan berpotensi untuk stres dan depresi.

Bagi orang yang sudah telanjur mengalami rasa stres berlebih karena judi online, maka hal inilah yang kemudian akan membahayakan diri mereka. Rasa stres ini biasanya terjadi karena kekalahan yang diterima oleh pemain tersebut. Ketika mengalami stres, alangkah baiknya jika segera ditangani oleh pihak yang ahli.

Fenomena meningkatnya pemain judi online tentu juga disebabkan karena promosi yang gencar. Banyak sekali situs judi yang memasang iklan di berbagai situs yang sering dikunjungi oleh masyarakat sehingga mereka menjadi penasaran.

Berbagai tawaran menarik juga disampaikan oleh berbagai situs ini sehingga membuat banyak orang tertarik. Bonus ini biasanya dapat berupa cashback, bonus referal, hingga bonus potongsn harga.

Permainan judi online memanglah terlihat menyenangkan. Namun, bagaimanapun permainan ini memiliki dua sisi yang saling berkebalikan. Permainan judi online yang saat ini menjadi fenomena lumrah bagi sebagian orang tetap saja dianggap tabu oleh sebagian orang yang lain.

Maka dengan demikian, dapat dikatakan bahwa adanya judi online juga tergantung pada bagaimana masyarakat tersebut menyikapinya. Nilai-nilai sosial yang dianut masyarakat menjadi salah satu faktor penting mengenai keberadaan permainan judi online.

Bijaklah dalam menentukan segala sesuatu yang ada di internet. Tetaplah hati-hati dalam mengoperasikannya karena ancaman cyber memiliki pengaruh yang cukup besar pada kehidupan manusia.