Sejarah Tata Busana Yang Jarang Diketahui

Setiap perkara atau adanya suatu hal selalu diawali dengan asal mula kahadirannya. Seperti halnya adanya konveksi baju berasal dari suatu penyebab yakni karena banyaknya peminat baju atau sejenisnya. Begitupun dengan sejarah dari tata busana.

Sebelum mengetahui sejarahnya, kita perlu mengetahui asal kata dari tata busana tersebut. Adapun kata busana berasal dari bahasa sanksekerta yakni berupa kata “Bhusana” yang bermakna pakaian. 

Adapun pengertian busana yaitu segala sesuatu yang dikenakan oleh manusia untuk menutupi bagian tubuhnya. Dimulai dari bagian ujung kepala hingga ujung kaki. Adapun penutupannya sesuai dengan setiap individu masing-masing.

Pada zaman dahulu penggunaan busana berasal dari bahan-bahan alam seperti kulit pohon, kulit domba dan sebagainya. Tentunya bahan tersebut diproses dengan cara sederhana dengan dijemur untuk selanjutnya digunakan untuk menutup tubuh manusia.

Baca juga: Sejarah Sablon dan Perkembangannya

Di tempat yang bermusim panas atau juga tropis cenderung menggunakan kulit pohon sebagai busana atau penutup tubuh pada masa lampau. Sedangkan di daerah yang bermusim dingin cenderung menggunakan kulit domba untuk busana mereka.

Adapun pemilihan tersebut tergantung kebutuhan tubuh masing-masing. Seperti penggunaan kulit domba atau woll bermula karena untuk menghangatkan tubuh saat kedinginan sehingga mendapatkan kenyamanan tersendiri saat menggunakan busana.

Sedangkan di udara panas, cenderung tidak membutuhkan kehangatan sebagaimana di daerah dingin, oleh sebab itu menggunakan kulit pohon atau dedaunan untuk menutupi bagian tubuh mereka.

Adapun proses pembuatan baju dari kulit pepohonann tersebut dimulai dari merendam kulit pohon tersebut, selanjutnya jika sudah agak empuk dipukul-pukul untuk memudahkan dalam penggunaan. Lalu dikeringkan setelah itu busana siap dipakai.

Akan tetapi semakin kesini teknologi semakin berkembang sehingga sangat banyak sekali ditemukan konveksi baju yang memproduksi busana atau baju dengan berbagai jenis. Baik berupa baju terusan atau gamis, kaos, celana dan sebagainya.

Sejarah Tata Busana

Gambar oleh Steen Jepsen dari Pixabay


Aksesories Masa Lampau

Selain busana, sejak dahulu kala ternyata sudah mengenal aksesoris dimana aksesoris tersebut berasal dari biji-bijian, kerang, taring binatangl dan sebagainya yang disusun dengan rapi lalu digunakan untuk gelang, kalung dan sebagainya.

Akan tetapi tujuan penggunaan akesories tersebut ternyata tidak hanya untuk memperindah penggunanya, akan tetapi sebagai simbol yang mistis dan diakui oleh kepercayaan mereka. Oleh sebab itu banyak dari mereka yang menggunakan aksesories dari bahan-bahan tersebut.

Busana terdiri dari busana dasar yang terbagi menjadi 4 macam sebagaimana berikut:

Busana Berupa Bungkus

Busana bungkus ini memiliki makna yang membungkus. Dimana bahan dari busana ini berupa selembar kain yang bentuknya segi empat. Untuk penggunaannya seperti jarik atau kain sari. Jarik dimana orang jawa dulu biasanya menggunakannya dengan dililitkan ke tubuh saja.

Sedangkan kain sari penggunaannya juga sama namun biasa digunakan oleh orang India. Pemakaian tersebut ternyata disebabkan karena pada zaman dahulu belum mengenal teknologi mesin jahit sehingga hanya menggunakan ala kadarnya dengan dililitkan ke tubuh.

Baca juga: Sejarah Bordir dan Perkembangannya

Busana Berupa Kutang

Busana berupa kutang memiliki arti sesungguhnya tidak memiliki belahan. Maksud dari belahan tersebut adalah belahan pada pakaian yang digunakan sehingga langsung masuk melalui bagian bawah baju. 

Salah satu busana jenis katung adalah seperti kaos. Dimana bagian depan tidak terdapat belahan sebagaimana baju atau kemeja. Jenis kutang ini adalah perkembangan dari busana bungkus karena hanya di jahit pada satu bagian saja. 

Seperti kaus oblong yang biasanya memiliki sisi jahit bagian tertentu saja. Dan hingga kini jenis ini masih sering digunakan dalam waktu santai maupun saat bekerja.

Baca juga: Mengulik Sejarah Labuan Bajo

Busana Berupa Kaftan

Jenis busana selanjutnya yakni kaftan. Kaftan yang dimaksudkan adalah busana yang memiliki belahan dari atas ke bawah. Setelah satu jahitan kemudian berkembang dengan adanya belahan di bagian tertentu. Adapun contoh perkembangan kaftan yakni seperti kemeja atau hem.

Busana Berupa Celana

Setelah adanya kaftan maka membutuhkan penutup bagian bawah. Maka muncullah busana celan dimana untuk melengkapi kebutuhan manusia dalam berbusana. 

Asal mulanya bagian bawah berupa rok atau sarung yang hanya dililitkan, namun kemudian berkembang menjadi sarung yang dijahit dan jadilah bentuk baru berupa celana. Dan kini muncullah berbagai jenis pakaian melalui konveksi baju dengan bahan yang beragam.

Jika anda ingin membaca terkait konveksi baju seragam lebih lanjut, anda bisa membaca melalui link https://konveksi.co/ dan dapatkan informasi terbaik anda.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *